lily's posts with tag: show and tell

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag show and tell
Blog EntryShow and TellMay 25, '07 10:28 PM
for everyone

Sejumlah sekolah dasar di Australia punya tradisi mengisi jam pelajaran pertama di hari Senin dengan kegiatan "Show and Tell". Setiap anak bergiliran menceritakan bagaimana akhir pekan mereka, apa yang dikerjakan serta bagaimana perasaan mereka ketika melewatinya. Show and Tell lebih banyak dilakukan di kelas 1 - 3, dengan tujuan mendorong anak-anak terbiasa mengungkapkan pandangannya di hadapan orang lain.

Anak saya, Fawwaz, yang dulu sangat pemalu dan cenderung tidak percaya diri bila berhadapan dengan orang banyak, sangat terbantu dengan kegiatan "Show and Tell". Saya mengadopsi ide ini dalam pendidikan di rumah, setelah mengikuti satu sesi pelajaran "Show and Tell" di Moreland Primary School, Melbourne, tempat Fawwaz menghabiskan masa preparation class dan kelas 1, tiga tahun lalu.

Show and Tell ini mengingatkan saya pada dasar-dasar jurnalistik 5w+1h (what,who, when, where,why + how), karena setiap anak mengembangkan ceritanya selama 3-5 menit berdasarkan patokan itu.  Penuturan naif dan lugu anak-anak pada sesi Show and Tell ini secara prinsip memenuhi kriteria "siapa yang melakukan apa di mana dan kapan, serta mengapa dan bagaimana" yang diajarkan dalam pendidikan penulisan berita, dan tampak sekali peran orang dewasa yang mendampingi mereka --dalam hal ini guru dan orangtua-- untuk membantu lebih mengelaborasi elemen "why" dan "how"-nya. Dan saya kira, di sinilah esensi pendidikan partisipatif yang menyenangkan itu muncul, ketika proses pembelajaran tercipta tanpa tekanan.   

Ini salah satu contohnya:

Crystal, murid usia 5 tahun maju ke depan kelas dan bercerita, "Hari Sabtu saya tidak ke mana-mana. Di rumah saja. Mama mengajak bikin cup-cake. Rasanya enak, ada cokelatnya dan saya makan 3 biji..."

Guru pendamping kemudian menanyakan, "Mengapa tidak ke luar rumah?" Crystal menjawab, "Karena cuaca panas sekali..",  Guru bertanya lagi, "Bagaimana cara membuat cup-cakenya?" Crystal mencoba mengingat-ingat lalu menjawab, "ada telur, terus ada terigu, dan juga gula...yang terus diaduk sama-sama dan dimasukkan ke oven, jadi deh..."

"Crystal senang membantu Mama? Kenapa Crystal suka cup-cake?" tanya sang guru lagi. Dan akhirnya si kecil Crystal bertutur lebih panjang mendiskripsikan cup-cake yang enak dan juga perasaan senangnya ikut membuat kue itu. Ya, gadis kecil itu telah belajar bagaimana mendiskripsikan sesuatu serta menyatakan perasaannya lewat kegiatan Show and Tell yang sederhana ini. Dalam sesi Show and Tell selanjutnya, Crystal tampak sudah lebih percaya diri menuturkan secara lengkap peristiwa yang diceritakannya serta perasaannya terhadap peristiwa itu.

Didi Petet, aktor kawakan yang juga dosen IKJ serta pelawak Miing Bagito adalah di antara sejumlah orangtua yang menumbuhkan tradisi Show and Tell saat mendidik anak mereka di usia sekolah dasar.

Bila anda adalah orangtua dengan anak usia 4-9 tahun, cobalah sekali-kali bermain show and tell di rumah. Bila rutin melakukannya, anda akan takjub melihat betapa permainan sederhana ini mendorong kemampuan pikir, daya kritis, dan ekspresi anak-anak. Permainan Show and Tell di rumah bisa diinovasi dengan melibatkan orangtua juga untuk menceritakan pengalamannya kepada anak. Omong-omong, seberapa seringkah kita bercerita tentang diri sendiri dan perasaan kita kepada anak sendiri?

ly

Tokyo 26 Mei 2007/11:26 am

 

 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help