lily's posts with tag: sakura

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag sakura
Blog EntrySakura mekar di kuil YasukuniMar 21, '06 8:49 AM
for everyone
Bagi para peramal cuaca di Badan Metereologi Jepang, musim semi barangkali masa kerja yang jauh lebih menggairahkan dibanding musim lainnya. Barangkali juga mereka mencintai musim semi lebih daripada siapa pun. Hari-hari belakangan ini mereka tidak sekadar mencatat kecepatan angin, tekanan udara dan peluang hujan, tapi juga menggambar jalur sakura dari selatan ke utara, meramalkan dan mencatat di mana kelopak sakura mulai merekah. Mereka menggengam spidol merah jambu, dan memberi bulatan di titik-titik peta.

Siang ini, sakura pertama di Tokyo merekah di Kuil Yasukuni, di pusat kota. Di sana bersemayam arwah para pemimpin Jepang, termasuk Jenderal Tojo, yang didakwa sebagai penjahat perang kelas A, setelah perang dunia kedua.

Yasukuni, adalah kata yang membuat berang China dan Korea Selatan, dan ziarah tahunan PM Junichiro Koizumi ke kuil itu, menjadi duri tajam bagi keharmonisan di Asia Timur. Pahlawan bagi Jepang, penjahat perang bagi China dan Korea... sebuah ziarah dan prosesi sembahyang lima menit di keheningan kuil Yasukuni, berujung pada api kemarahan luar biasa di negara tetangga. Dan entah bagaimana persoalan ini dipecahkan, sebab Koizumi, Hu Jintao, Roh Moo Hyung, sama-sama merasa benar dalam mengatasnamakan sejarah dan rakyatnya atas pilihan sikap terhadap isu Yasukuni.

Tapi lupakan dululah pertentangan para pemimpin itu. Mari kita simak kata petugas peramal cuaca: hari ini, tekanan udara yang tinggi dan temperatur yang hangat, mendorong sakura mekar 10 hari lebih awal dari biasanya. Ini pertanda bahwa orang-orang bergegas menyusun rencana akhir pekan untuk menikmatinya.

Tahun ini sakura pertama mekar di halaman kuil Yasukuni. Para peramal cuaca mengabarkannya dengan suka cita yang meruah, karena ini salah satu dari sedikit kesempatan untuk mengabarkan gejala alam yang memberi kebahagiaan di hati semua orang. Di waktu-waktu lain, mereka, para peramal cuaca itu, menyampaikan kabar yang sama sekali tidak nyaman: serangkaian angin taifun atau peringatan tsunami setelah gempa.

Bukankah di negara yang rawan bencana ini, orang-orang harus membiasakan diri menyimak ramalan cuaca sama seriusnya dengan berita politik? Dan kepada para peramal cuaca itulah orang-orang harus percaya, meski terkadang kerap mengalamatkan keluhan bila cuaca memilih bersikap anomali seperti belakangan ini, dan kecanggihan alat pengukur apapun tidak berdaya menghadapinya.

Tapi sakura yang mekar lebih awal dari yang diperkirakan.. tentu tidak ada yang keberatan dengan berita ini. Sebentar lagi, nona-nona muda menyelaraskan dandanan: mengganti mantel musim dingin berbulu dengan spring-coat berwarna lembut, dan barangkali juga mengganti cat rambut dan cat kuku, agar bisa berpose denga gaya terbaik di bawah sakura. Sementara ibu-ibu muda berharap cemas, agar hujan tidak turun dalam dua minggu terakhir ini, sebab berpotret di bawah pohon sakura, di awal tahun ajaran sekolah dengan anak-anak yang bersetelan lengkap, adalah kebahagiaan yang telah lama dikhayalkan sejak dulu.

O-hanami, tradisi menikmati keindahan sakura yang telah dimulai sejak periode Heian (794-1191), kembali hadir. Tradisi ini, di jaman dahulu merupakan bagian prosesi keagamaan memuja keindahan musim semi, mensyukuri anugerah para dewa, serta mengharapkan panen berlimpah. Tapi kini, orang-orang tentu telah melakukan penyesuaian di sana-sini dalam merayakannya, meski dengan semangat yang tetap sama: memuja keindahan yang sangat sekejap, tak abadi.

Nah, bayangkanlah sebuah jalan kecil yang di kedua sisinya tumbuh jajaran pohon sakura; batang dan rantingnya saling bertautan memayungimu seperti tangan anak-anak kecil bergenggaman dalam permainan ular naga, dan di saat semua kelopak bunga merekah serempak --seolah berjanji satu sama lain-- kau berjalan di bawah hamparan naungan bunga-bunga kecil merah muda yang tampak saling menjalin itu, sehingga sulit mencari celah mengintip langit. Di tengah keindahan seperti ini, kau tampaknya akan lupa mengingat apakah langit hari ini biru bersih atau berawan, karena di atasmu, membentang langit merah muda....

Meja Kerja 403, 21 Maret 2006/22.44 pm.

*) sumber foto: www.inf.ne.jp





© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help