Hari ini 22 September dirayakan sebagai OneWebDay. Penggagasnya adalah Susan Crawford. Ini adalah pertama kalinya OneWebDay diperingati dengan berbagai kegiatan di seluruh dunia. Wawancara Susan Crawford di Ohmynews bisa dibaca di sini
Sekadar mengingatkan, begitu banyak orang yang merasa hidupnya berubah berkat internet. Menyebarkan kebaikan, menambah kenalan, bermain game gratis, chit-chat seluruh dunia, rajin mengumpulkan resep masakan yang entah kapan dipraktekkan, mencari keluarga hilang dan teman lama, belajar ikut main saham online, dan menjadi lebih betah di depan komputer di kantor, adalah sedikit dari testimoni yang diungkapkan teman-teman saya, para pengguna internet. Untuk tertimoni yang terakhir: lebih rajin di kantor, ini pengakuan yang diungkapkan dengan suara yang lebih direndahkan --jangan sampai kedengaran atasan.
Tapi pagi ini saat menanyakan seorang teman, apa manfaat internet baginya. Sang teman ini rada sewot. "Kenapa tanya-tanya?" Ampun, galaknya...Usut punya usut, ternyata laptopnya kena virus, dan semua datanya hilang. Proyek yang harus dipresentasikannya menguap di dunia super ultra maya alias tidak mungkin akan kembali.
Saya salah sasaran, mengajak orang yang tertimpa kemalangan merayakan OneWebDay...
OK, kalau begitu saya ajak teman-teman yang sedang berbahagia saja hari ini. Mari kita rayakan. Dan untuk menyalurkan sifat sok tahu saya yang baru saja melihat-lihat literatur Web. 2.0 ada baiknya memang kita memberi penekanan pada kecenderungan "users generated content" yang makin menggelinding bagai bola liar. Bagi yang punya webblogs, anda hanyalah salah satu dari kurang lebih 20 juta pemilik blogs di dunia ini (menurut hasil penelusuran lima bulanan Technorati 2005). Untuk mendapatkan presentasi lengkapnya bisa dibaca di sini.
Bagi yang mensyukuri komunikasi murah meriah dengan MSN, Yahoo IM, Skype, dan Google Talk, mungkin perlu juga tahu bahwa kini banyak orang yang berasal dari non-English background yang saat ini menggebu-gebu belajar Bahasa Inggeris untuk meluaskan pergaulan intenasional. Anak-anak muda China dilaporkan paling agresif ngajak kenalan di Skype untuk alasan memperlancar Bahasa Inggeris. Ada banyak tips memulainya, tapi langkah pertama yang paling umum dilakukan adalah mencari nama kebarat-baratan sebagai user-id.
Tapi Tante Susan Crawford mengingatkan bahwa yang perlu didorong dengan penggunaan internet ini adalah sikap positif dan meningkatkan solidaritas menghadapi kejahatan berbasis internet. Virus dan hackers terus menghantui. Pembobolan informasi pribadi dan penipuan dengan segala cara pun, rasanya selalu selangkah lebih canggih dari antisipasinya. Salesman dunia maya jauh lebih agresif daripada salesman yang mengetuk rumah kita di siang hari dan mengganggu tidur siang.
Kita juga makin merinding membayangkan jenis penyakit sosial baru, yang lahir di zaman internet. Di Jepang, dua tahun lalu seorang murid SD menikam teman sekelasnya karena sakit hati diejek di blog pribadi teman tersebut. Sedangkan berita manipulasi identitas dan gambar yang berujung pada pencemaran nama baik pun tumbuh subur. Ada orang yang berbahagia memanfaatkan segala teknik manipulasi dunia maya untuk kepuasan jiwa. Dan ini yang membuat para psikiater dan ahli jadi sibuk (maksudnya, sibuk menerapkan tarif baru bagi pasien seperti ini...)
Jadi pesan si tante, internet adalah wahana yang bebas nilai. Ia kemudian berkembang menjadi sebuah "dunia dengan segala dimensi kemanusiaannya" setelah manusia memutuskan pemanfaatannya. Dan dimensi kemanusiaan ini yang kemudian melahirkan penilaian apakah internet itu dimanfaatkan untuk niat jahat atau buruk, rencana positif atau negatif, atau apakah akan melahirkan penjahat dan pahlawan.
Happy OneWebDay Everyone! Ada yang bisa bantu teman saya yang laptopnya terserang virus di hari yang berbahagia ini?
::ly::
Tokyo, 22 September 2006