lily's posts with tag: gaza

What are tags? You can give your posts a "tag", which is like a keyword. Tags help you find content which has something in common. You can assign as many tags as you wish to each post.
View posts by people in your network with tag gaza
Blog EntryTangisan Huda GhaliaNov 14, '06 6:26 AM
for everyone

Rekreasi keluarga itu berakhir tragis. Ayah, ibu dan adik-adiknya tewas dalam serangan bom di Jalur Gaza. Huda tidak hanya menangis. Tapi meraung sambil terus menerus memukuli dadanya. Ia membenamkan wajahnya ke pasir pantai. Tak dipedulikan matanya yang perih . Lolongan kesedihan yang keluar dari bibir gadis kecil itu, bersahutan dengan sirene ambulans yang datang tak lama kemudian.

Ayah telah mati. Angin pantai menggerak-gerakkan ujung lengan baju lelaki yang terkapar dengan mata terpejam sempurna itu. Kemeja lengan pendek biru tua yang dipilihnya untuk sebuah piknik keluarga, kini penuh darah. Kematian yang ditangisi Huda Ghalia, gadis berusia 12 tahun, yang berlarian tak tentu arah di sepanjang pantai sambil terus memukuli dadanya. Suaranya yang serak berteriak "Ayah, Ayah, Ayah!" diterbangkan angin.

Beberapa meter dari situ, Zakaria Abu Harbid tergetar hebat. "Kamera telah saya nyalakan sejak keberangkatan menuju pantai, karena saya tidak akan pernah tahu apa gerangan gambar terbaik yang dapat terekam."

Lelaki Palestina itu adalah kameramen berita yang baik. Ia menghidupkan kameranya sejak masuk ke dalam mobil yang mengantarnya ke pantai. Dari jendela mobil yang retak, ia mengabadikan jalan aspal yang lengang, suara sirene yang makin lama makin terdengar jelas, dan riuh suara orang yang berkerumun, hingga kemudian ia menangkap gambar Huda Ghalia, gadis cantik berambut ikal, yang hari itu mengenakan kaus merah jambu dan jins biru muda --pakaian yang umum dikenakan anak-anak remaja seusianya. Tangisan Huda membuat kamera Harbid menjadi statis untuk beberapa saat. Lalu ia silih berganti beralih ke tubuh sang ayah yang terkapar, dan Huda yang berlarian kebingungan, tak tahu berbuat apa.

Harbid tidak saja mengabadikan tangisan Huda di Pantai Gaza, tapi juga mengingat kembali kepedihan sama yang dideritanya. Ia pun kehilangan orangtuanya dalam suatu serangan di Gaza. Ia merekam tragedi sembari mengenang tragedinya sendiri. "Saya menangis untuk peristiwa kematian yang sebenarnya menjadi semakin rutin di sini." 

Rekaman kematian itu memenangkan hadiah Rory Peck tahun ini. Tangisan Huda telah ditayangkan berulang kali, di mana-mana, sejak awal pemuatannya pada Juni lalu. Kata Harbid, "Kematian semakin menjadi rutin di sini, tapi selalu saja saya gemetar ketika mendengar lolongan kesedihan dari orang--orang yang tiba-tiba kehilangan, seperti tangisan Huda yang menghantui saya berhari-hari, berbulan-bulan, bahkan setelah saya meliput kematian-kematian lainnya di sepanjang Gaza...." 

(**catatan pendek ini adaptasi dari rekaman video Gadis Kecil Huda Ghalia karya Zakaria Abu Harbid, pemenang Rory Peck Award 2006 untuk kategori Hardnews, yang saya saksikan di BBC semalam)

 

Tokyo, Selasa 14 November 2006 

 


© 2008 Multiply, Inc.    About · Blog · Terms · Privacy · Corp Info · Contact Us · Help